akhirnya bernafas lagi

“Setidaknya kini ku lebih paham maksud-Nya,

berbulan-bulan yang lalu di kala

aku masih bergantung pada

seseorang yang kukira akan selalu ada.

 

Saat Ia mengetuk pintu hatiku dengan pelan,

menjaga perasaanku yang rawan,

agar tidak terbawa arus yang berlainan

dari jalan setapak yang telah Ia aturkan.

 

Aku yang telah gagal mendengarkan,

ternyata dikirimi seorang malaikat,

yang berwujud sebagai seorang sahabat,

untuk mendoakan segala ketergantunganku,

agar Dialah yang menginjeksi sepercik keberanian

yang pada akhirnya,

semalam barusan membuatku berani mengatakan:

 

‘Pergilah dari hadapanku,

kekuasaanmu tak lama lagi akan hilang, tidak berlaku.

Kedatanganmu memang telah membawa keberuntungan,

namun kini kupaham bahwa kepergianmu akan menimbulkan 

kemenangan.

  

Terima kasih, 

namun tidak terima kasih.

Karena perilakumu yang bersikeras,

tak ingin melepas,

mencelakai hati kecilku;

meredamkan cahayanya untuk bersinar selepas dulu.

Menjauhkanku dari Dia

yang telah memiliki rencana berbeda

untuk sebuah masa depan yang telah lama dijanjikan.

 

Untuk semua itu kuucapkan,

sampai jumpa tidak kembali.

 

Salam kejujuran,

dari seseorang yang hanya ingin

semua ini tak terulang lagi.'”

 

Sudah terlalu lama aku tidak menulis potongan isi hati setransparan ini, yang pada dasarnya hanya bisa membuat hati penulis ini akhirnya lega.

Telah lama aku menyembunyikan suaraku yang sebenarnya, menyimpannya sendiri dari hadapan dunia. Kini menulis sudah bukan lagi hal yang “gemar aku lakukan”, namun tidak lain adalah hal yang tak bisa kutinggalkan.

Kuharap dari potongan tulisan kecil ini kalian bisa merenungkan, terutama bagi kalian yang membaca tulisan singkatku di instagram stories tadi pagi, bahwa sebaik apapun seseorang terhadap diri kamu, apabila ia tidak dikehendaki oleh suara hati nuranimu untuk tinggal dalam hidupmu,

bergegaslah dari zona nyamanmu dan beranjaklah untuk berbicara sekeras-kerasnya, karena ketegasan adalah kunci dari kekokohan sebuah pilar- atau yang seringkali kita dengar sebagai prinsip, yang membentuk pribadimu sebagai insan yang istimewa dan bernafas.

Tidak mulu berbicara mengenai hubungan romansa, untuk menghindari kesalahpahaman, tulisan ini bukan ditujukan untuk seorang kekasih.

Aku hanya bisa berharap ini bukan tulisan yang biasa-biasa saja, karena tak mudah untuk mencurahkan segala yang ada di media massa seperti yang telah kulakukan pada hari ini.

Setidaknya setelah usai kau baca tulisanku ini, tolong renungkan dan berintrospeksilah,

adakah di antara kalian yang belum sepenuhnya menghirup udara segar di bumi yang indah ini?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s